Management Keuangan Sederhana Bagi Self Employed

2 comments

Bismillaah...

Begitu jarang Yudana menulis di blog ini. Jika boleh beralasan, daripada nulis mending ngiklan, jelas-jelas masuk SOP kerja seorang broker properti yang berpotensi menghasilkan penjualan. Sehingga jika ada pengunjung setia yang terus memantau perkembangan tulisan di blog ini, dan ternyata miskin daftar tulisan, Yudana mohon dimaafkan.

Ini loh, mumpung lagi moody mumpung lagi semangat nulis nih, ijinkan Yudana membuka forum diskusi berkaitan dengan pengaturan keuangan seseorang yang berprofesi layaknya broker, bekerja untuk diri sendiri, bukan menjadi karyawan di sebuah perusahaan.

Bekerja sendiri tentu pendapatan pun diusahakan sendiri.Tidak ada atasan yang menjamin gaji bulanannya. Rugikah jika tidak ada jaminan gaji bulanan? Insya Allah tidak, namun ini dikembalikan kepada masing individu. Bisa juga rugi jika kita masih dibayang-bayangi pekerjaan lama yang penuh goda jaminan itu. 
Tapi yakinlah, karena Yudana seorang muslim, maka Yudana pantas menyandarkan harapan kepada Allah Ar-Rozak, Sang Maha Pemberi rejeki, Allah Al-Fattah, Sang Maha Pembuka dari segala kebuntuan, dan Allah Al-Ghoniyyul-Mughniy, Sang Maha Kaya dan Maha Mengkayakan.

Berangkat dari sikap mental itu, kemudian seorang self employed dihadapkan pada fakta dan realita di lapangan bahwa pemasukannya begitu fluktuatif, yang tak jarang mata kurvanya terus menukik hingga mencekik leher sendiri. Tak jarang harus lirak-lirik demi mendapatkan pinjaman utang. Tapi tetap, harapan bisa sejahtera dari profesi ini pun masih ada.

Nah, jika itulah fenomena keuangan yang terjadi di dompet seorang self employed, maka kiranya perlu diperhatikan bagaimana menata dan mengatur buah ikhtiar kita berupa uang hingga berdaya guna maksimal dan tepat sasaran.

Ada kaidah penting dalam pemanfaatan pendapatan yang bisa kita renungkan bagi siapa saja yang pendapatannya tak menentu. Tapi sebelumnya camkan bahwa kaidah ini mungkin berhasil di satu orang namun gagal di orang yang lain sebab kaidah ini bukan fakta empiris dari percobaan laboratorium ilmiah, kaidah ini hanyalah sejumput saran buah dinamika kehidupan, dan sedikit  bantuan intuisi tentunya:

  1. Jadikan pemenuhan kebutuhan pokok sebagai prioritas di atas segala keinginan remeh. Jika Anda masih butuh makan dan minum, maka penuhi dulu kebutuhan itu sebelum Anda memenuhi kebutuhan gaya hidup Anda.
  2. Perbanyaklah menelan ludah sebab banyak fantasi impian keinginan Anda yang tak kunjung menjadi kenyataan.
  3. Jika ada pemasukan di atas rata-rata, simpanlah sebagai tabungan, dapat berupa uang atau perhiasan emas. Idealnya Anda punya tabungan sebesar 6 x kebutuhan bulanan Anda.
  4. Hanya jika ada lebihnya dari tabungan sebesar 6 x kebutuhan bulanan Anda,  bolehlah Anda coba-coba bereksperimen apa pun itu dalam upaya Anda merintis mesin uang (bisnis sampingan Anda). Semakin beragam bisnis sampingan yang berhasil memberikan Anda pemasukan tambahan, semakin terdongkraklah kondisi keuangan Anda menuju target akhir sejahtera.
  5. apa lagi coba? (Anda yang lebih berpegalaman bisa menambahkan di kolom komentar) 
Yah, kurang lebih seperti inilah tulisan ringan di pukul 10:33 PM di tanggal 19 April 2018. Tentu bukan sebuah tulisan sempurna, bahkan berhimpun di dalamnya banyak kekurangan. Namun dari kekurangan itulah Yudana berharap Andalah yang kemudian menyempurnakan tulisan ini dengan beragam saran dan komentar sehingga nyatalah kemanfaatannya di kemudian hari.



Tulisan sebelumnya, bisa Anda baca di sini.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

  1. Replies
    1. Alhamdulillaah, terima kasih telah meninggalkan jejak komentar Pak Jihan Yumna...

      Delete