Saya tawarkan sebidang tanah darat, siap bangun di Daerah Cigadung. Luas tanah ini 207m2 dengan lebar muka 7 meter. Tanah ini sudah bersertipikat hak milik dan sudah ber-IMB rumah tinggal. Jadi Anda yang berminat dengan lahan ini tidak perlu dipusingkan dengan lamanya proses kepengurusan IMB.

Lahan ini berada di pinggir jalan hidup yang dilalui jalur angkot. Di sekitarnya ditopang dengan beberapa jenis napas bisnis yang menjadikan lahan ini begitu menjanjikan baik untuk keperluan rumah tinggal maupun untuk dijadikan tempat komersil.

Demi menuju lahan ini, Anda bisa menempuh rute yang berawal dari Jl.Tubagus Ismail, Jl. Dago, atau pun dari arah Cikutra.

Dan yang paling menarik dari penawaran lahan ini adalah harganya yang kompetitif. Dibuka dengan harga Rp 7,2 juta/m2, maka lahan ini sudah termasuk murah, dengan pertimbangan harga properti yang sudah terjual di sekitarannya.

Segera hubungi Yudana, 0821.1560.1230

jual tanah di cigadung bandung

jual tanah di cigadung bandung

jual tanah di cigadung bandung

jual tanah di cigadung bandung

jual tanah di cigadung bandung



jual tanah di cigadung rancakendal bandung

jual tanah rumah cigadung bandung

jual tanah di cigadung bandung

tanah dijual di cigadung bandung

harga tanah di cigadung bandung

jual tanah cigadung


1

Data Properti:

Jenis Properti: Sebidang tanah darat.
Lokasi: Cigadung
Luas: 207m2
Lebar Muka: 7 meter
Legalitas: SHM
IMB: ada
Harga penawaran: Rp 7,2 juta/m2

Kontak Agen: Yudana, 0821.1560.1230


Saya tawarkan sebidang tanah darat, siap bangun di Daerah Cigadung. Luas tanah ini 207m2 dengan lebar muka 7 meter. Tanah ini sudah bersertipikat hak milik dan sudah ber-IMB rumah tinggal. Jadi Anda yang berminat dengan lahan ini tidak perlu dipusingkan dengan lamanya proses kepengurusan IMB.


Lahan ini berada di pinggir jalan hidup yang dilalui jalur angkot. Di sekitarnya ditopang dengan beberapa jenis napas bisnis yang menjadikan lahan ini begitu menjanjikan baik untuk keperluan rumah tinggal maupun untuk dijadikan tempat komersil.


Demi menuju lahan ini, Anda bisa menempuh rute yang berawal dari Jl.Tubagus Ismail, Jl. Dago, atau pun dari arah Cikutra.


Dan yang paling menarik dari penawaran lahan ini adalah harganya yang kompetitif. Dibuka dengan harga Rp 7,2 juta/m2, maka lahan ini sudah termasuk murah, dengan pertimbangan harga properti yang sudah terjual di sekitarannya.



















0



Guci Lodaya

Sepasang mata melirik kepada sebuah guci warisan orang tua. Tatapan itu berselimut muslihat.

“Tidak dengan Guci Lodaya itu, Kirkof!”

Nikof segera beranjak demi meraih sebuah guci tua berlukis harimau putih di sudut ruangan. Kirkof tidak ambil diam. Dengan sigap, ia berhasil memeluk guci itu. Erat.

“Kembalikan guci itu ke tempatnya semula, Kirkof! Aku memohon…”

Kirkof menggeleng.

“Itu bagianku sepeninggal Mami-Papi!”

“Tapi aku butuh guci ini. Harga di pasar gelap lumayan untuk menyambung hidup…”

Nikof menghela napas.

“Yang benar saja! Itu guci keramat, Kak! Harganya nyaris menyamai harga rumah ini! Aku masih punya sisa tabungan dari hasil freelance. Kakak boleh pake… ”

“Alaah! Paling berapa sih tabunganmu. Dipake sehari langsung ludes… biaya di Bandung hari gini selangit!”

Nikof berpaling. Tak ada gunanya meneruskan perdebatan.

“Hai bocah! Jadi boleh ya aku jual guci ini?”

Nikof bergeming. Ia menaiki anak tangga ke lantai dua. Ada pekerjaan edit foto di sana.

Di malam berikutnya, hati Nikof resah. Kerasahan ini jauh melebihi dari sekedar kehilangan guci warisan. Hatinya bertaut mengkhawatirkan Kirkof. Tak biasanya ia menyalakan layar gawai demi mengontak Kirkof.

“Lagi makan enak dari hasil jual guci ya, Kak?”, hatinya menghibur, mencoba mengelabui kondisi diri sebenarnya.

Hape Kirkof tak aktif. Keresahan Nikof semakin menjadi. Kakak lelakinya itu terlalu liar baginya. Hobi Kirkof di dunia bela diri nyaris membuatnya tiada. Tendangan di rahangnya membuatnya koma selama delapan hari. Bukannya jera, lelaki itu malah sekarang menggeluti bisnis pertandingan MMA.

Pandemi Corona menerjang bisnis MMA Kirkof. Kebijakan social distancing yang mulanya sekedar anjuran, kini berkembang menjadi peraturan pemerintah daerah. Ratusan jadwal pertandingan dibatalkan, kesempatan meraup puluhan milyar menguap begitu saja.

“Kirkof, dimana kamu?”

Nikof sudah tidak peduli lagi dengan Guci Lodaya. Ia ingin Kirkof kembali. Ia khawatir jika pesan mendiang Papi tentang guci itu menjadi tuah bagi Kirkof: “Sejarah guci ini kelam. Guci ini adalah guci berdarah. Karena nilai ekonominya, banyak pihak bernafsu memilikinya. Nanti kalo Papi sudah tiada, jaga baik-baik guci ini…”

Nikof kalut. Imajinasinya melayang.

“Jangan-jangan guci itu meminta darah Kirkof…”

“Tidak-tidak! Darah Kirkof jauh lebih berharga daripada guci itu, setiap tetesnya jauh lebih berharga…”

Tapi dimana Kirkof?

Putar otak Nikof mencari petunjuk keberadaan Kirkof. Di kamar kakak lelakinya itu sedikit pun tidak membuatnya lebih baik. Tidak pula lebih tenang. Tak ada satu petunjuk pun yang bisa ditahbiskan menjadi sebuah benang merah, kecuali satu: gantungan kunci bermata kepala macan putih dengan lumuran merah di area mulut.

“Ini apa?”

Malam itu menjadi malam yang panjang bagi Nikof. Kuota internetnya ia habiskan demi menghimpun informasi misteri kepala macam putih itu. Puluhan blog ia kunjungi, puluhan laman facebook, puluhan channel Youtube. Semua mengarah pada satu nama: EBC (Eyang Bodas Community), sebuah perkumpulan free running dengan anggota terbesar sekota Bandung. Demikian versi daringnya.

Free running itu kedok belaka…”, tukas Mang Kohir,seorang mantan anggota EBC.

“Aslinya mereka itu sebuah kartel, mafia. Mereka beroperasi di lapangan. Mereka merongrong dengan elegan, tapi tidak ragu-ragu berbuat nekat jika dibutuhkan.”

“Termasuk menghabisi Kirkof-ku?”

“Bisa jadi…”

“Jadi Aku harus bagaimana?”
“Hubungi nomor ini … ”

“Ini nomor siapa, Mang?”

“Kamu gak usah banyak tanya. Hubungi saja…”

Sejenak Nikof menekan kombinasi angka di hapenya. Kaget bukan kepalang karena nomor itu rupanya sudah pernah ia simpan sebelumnya.

“Broker.Yudana.Confident.Pro?”

Dahi Nikof berkerut.

“Ada yang ga beres dengan nomor itu?”, tanya Mang Kohir.

“Iya. Rupanya aku sudah pernah nge-save nomor ini. Ini nomor Pak Yudana, broker properti yang bantu jualkan rumah mendiang Papa…”

“Manusia adalah makhluk sempurna yang pernah Tuhan ciptakan. Manusia boleh menjadi apa pun sesuka hati. Jadi kalo Mas Ukasya di versiku yang jago melakukan trik free running dan Pak Yudana di versimu yang jago jualan properti adalah orang yang sama, masalah buatmu?”

“Ga masalah sama sekali. Tapi apa yang bisa Pak Yudana perbuat di luar topik properti?”

“Sudah, jangan turuti kebimbanganmu. Segera hubungi dia kalo kamu masih berharap Kirkof-mu kembali…”

Di ujung sana, seorang lelaki berotot tengah melakukan ritual paginya, sepaket pekerjaan lelaki sejati: menggendong anak keempatnya seraya menjemur pakaian. Sedangkan pikiran lelaki itu terikat dengan sepotong pindang tongkol di atas penggorengan. “Jangan sampai gosong… jangan sampai gosong…”

Telepon berdering. Secepat kilat Pak Yudana menyambar hape Infinix-nya dari kekuasaan anak ketiganya…

“Sebentar ya Mas Kafin, ayah pinjam dulu hapenya. Lihat Youtube-nya bisa nanti-nanti lagi…”

Anak ke empat Pak Yudana sudah beralih hak pengasuhan kepada sang istri.

“Telepon dari siapa, Yah?”

“Ini dari pemilik rumah Jl.Lodaya yang sepekan lalu baru saja di-listing. Mudah-mudahan ada kabar baik…”

Pak Yudana segera manjat pohon jambu air. Di sana ia mendapatkan sinyal terbaik operator seluluernya. Sesaat terjadi obrolan jarak jauh tiga meter di atas permukaan bumi.
Pesan telah diterima. Pak Yudana segera meluncur turun dari pohon jambu air dengan cara tak wajar.

“Ayah harus segera bergegas. Jika Ayah tak kembali, ikhlaskan ya, Bun. Hasbiyallaah…”
“Ayah mau kemana?!”

Pertanyaan itu belum lekas terjawab hingga Pak Yudana melesat bersama Beat berjok sobeknya.

====================

Cerpen di atas sebuah hadiah teristimewa dari Yudana kepada pemilik sebuah rumah di Sayap Lodaya yang sekaligus teman lama di SMA Krida Nusantara yang telah memberikan kepercayaan kepada Yudana untuk membantu jualkan rumah tersebut.

Judul Guci Lodaya terinspirasi dari pemandangan interior rumah tersebut yang banyak menampilkan barang-barang antik di beberapa sudut ruangan, termasuk kehadiran sebuah guci di ruang tamu.

Jika Anda berminat menjadi bagian dari cerita Guci Lodaya, ada syaratnya, dan itu mudah. Bantulah kehidupan Nikof dengan membeli rumah ini, sehingga Yudana akan membuat kelanjutan cerita ini menjadi happy ending untuk semua. 

Jika Anda berminat dengan rumah Nikof ini, berikut data spesifikasinya:

LT / LB : 220 / 660
KT / KM : 5+1 / 5+1
SHM, Jetpump, 5500w
Harga turun dari 4,18M nego jadi 3,8M nego (Nikof ingin segera terjual rumah Papi-nya) 

info lebih lengkap untuk rumah Nikof, Klik di Sini...

0


















Lokasi : Sayap Jl.Pajajaran Bandung
Harga : 1,8M nego
Sertifikat : Sewa Kodya
Luas Tanah : 205 m2
Luas Bangunan : 250 m2
Kamar Tidur : 3
Kamar Mandi : 3
Garasi : 2 mobil
Car Port : 2 mobil
Air : jetpump
Listrik : 2200w
Hadap : -
Fitur Bangunan : kondisi bangunan baru
Fitur Lokasi : Lokasi strategis di jantung Kota Bandung
Kontak : Yudana 
0821.1560.1230 (TLP,SMS,WA)

Penawaran Yudana sebelumnya: Rumah Baru 2 Lantai GBA Ciganitri
0




















Lokasi : Komplek GBA Ciganitri
Harga : 600 juta nego
Sertifikat : SHM
Luas Tanah : 60 m2
Luas Bangunan : 80 m2
Kamar Tidur : 3
Kamar Mandi : 2
Garasi : -
Car Port : 1 mobil
Air : jetpump
Listrik : 1300W
Hadap : Barat 
Fitur Bangunan : kondisi bangunan baru
Fitur Lokasi : Lokasi favorit di Bandung Selatan, 
Dekat Gerbang Tol Buahbatu
Kontak : Yudana 
0821.1560.1230 (TLP,SMS,WA)

0
Previous PostOlder Posts Home