Bismillaah...
Pelajaran
TERBAIK dari Semi Parka yg kekecilan...
Yudana
sering merisaukan urusan rejeki, padahal rejeki tak pernah salah untuk
takarannya, waktu tibanya, dan kepada siapa rejeki itu menjadi hak
penggunanya...
Yudana
sering merisaukan takaran rejeki, padahal Dia Ar-Rozzaaq sungguh Maha Presisi
dalam membagi jatah rejeki yang harus sampai di tempat tujuan di setiap orde
terkecil waktu, mikro detiknya...
Yudana
sering merisaukan kapan Yudana bisa kaya? Jika memang setiap orang berhak kaya.
Kemudian
kerisauan itu terjawab hari ini dengan hikmah di balik pesanan online Semi-Parka
yang kekecilan.
Sebelumnya,
Yudana telah memesan pakaian Semi-Parka demi menunjang aktivitas outdoor Yudana
sebagai broker properti di Bandung.
Semi-parka
dan pakaian sejenis lainnya bermanfaat bagi seorang broker properti seperti Yudana
dengan tingkat mobilitas tinggi. Semi-parka memberikan manfaat maksimal bagi
agen pemasar yang sering bertemu klien dalam balutan momen-momen semi formal.
Dengan
sebuah semi-parka, Yudana tidak perlu melucuti setelan motoris Yudana ketika
bertemu klien. Lain halnya jika Yudana mengenakan jaket motoris resmi, tentu
terkesan tidak menghormati klien jika Yudana nekat mengenakannya. Apalagi jika
bahannya dari parasut, wah alamat bakalan ditinggal oleh klien.
Nah,
ceritanya setelah paket sampai, Yudana buka paketnya dan dicoba semi-parkanya. Rupanya
pesanan semi-parka Yudana kekecilan walaupun sebelum memesan, dengan antisipasi
tingkat tinggi karena khawatir salah ukuran, Yudana ukur lebar pundak dan
panjang lengan (dengan bantuan istri). Matching di level L. Namun setelah
dikenakan, semi-parka itu rupanya kekecilan.
Inilah
fakta jika online shoping tidak cukup bagus untuk meraih tingkat kepuasan
pelanggan di item pakaian dan kali yang lain, Yudana mendapatkan pengalaman
yang tidak jauh berbeda untuk item sepatu. Untuk kasus sepatu itu, Yudana harus
berulang kali menukar beberapa sepasang sepatu. Ribet? Memang. Dan bukan hanya
itu, beban ongkir untuk beberapa kali penukaran, dibebankan kepada Yudana.
Sehingga
untuk kasus semi-parka kali ini, alih-alih Yudana menukarnya dengan ukuran yang
diharapkan bisa fit dengan ukuran tubuh ini, maka Yudana berniat untuk
mensedekahkan semi-parka itu kepada teman Yudana. Sayang, iya sih karena
semi-parka itu bagus dari bahan dan desain.TAPI mungkin sudah saatnya Yudana
dan Anda untuk belajar memberikan apa yang terbaik dari yang kita punya. Itulah
kebajikan yang sempurna.
لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ
تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ
بِهِۦ عَلِيمٌۭ
Kamu
sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu
menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan
maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
(Ali
'Imran 3 : 92)
Anyway,
Pesan moral dari semi-parka yang kekecilan itu:
1.
Secara matematis, kita berusaha untuk mensinergikan prospek rejeki dengan ikhtiar diri, tapi jika Ar-Rozzaaq belum memerkenankan prospek itu berbuah rejeki, maka ikhlashkan saja. PASTI itu yang terbaik bagi kita. Tetaplah berikhtiar dan berdoa, juga bersabar dan bersyukur.
2. Pernahkah kita menakar dengan kejujuran ukuran rejeki kita. Kita pantas mendapatkan ukuran rejeki yang mana?
S/M/L/XL? Atau XXS? Atau XXL?
Daripada
berkubang dalam sikap menggerutu tak tentu, dan terus memertanyakan keadilan
Ilahi, lebih baik kita semakin memantaskan diri di hadapaNnya sebagai hambaNya
yang layak mendapatkan hadiah yang lebih besar yang teristimewa, yan tidak
banyak dari hambaNya yang mampu mendapatkannya. Walloohu a’lam…
































































