Bismillaahir-rohmaanir-rohiim…
Aku bukan
seorang kapiten. Tentu aku tak punya pedang panjang. Setiap kali berjalan,
langkah-langkah kakiku pun tak sampai menghentak prok-prok-prok. Karena aku
bukan seorang kapiten.
Aku Yudana. Aku
bekerja di sebuah kantor agen properti di Bandung. Walau berkerja kantoran, aku
tidak terikat jam kerja dari sembilan ke
lima. Jam kerjaku seutuhnya fleksibel. Gajiku pun fleksibel. Aku tak memiliki
gaji tetap kecuali komisi dari hasil penjualan properti. Artinya jika tak ada
penjualan properti, tak ada pula pemasukan bagiku untuk menafkahi keluarga.
Ini masuk
tahun ketiga antara aku, dunia properti, dan harapan kesejahteraan. Nyatanya
aku belum sejahtera. Uang komisi yang datangnya tidak bisa dijanjikan setiap
bulan seakan hard come eazy go, sudah
susah didapat namun begitu mudahnya lenyap. Aku kemudian berpikir mungkin ada
yang salah dengan bisnisku, kinerjaku, atau mungkin tentang bagaimana aku
mengelola keuangan.
Sebagai seorang
muslim yang terus-menerus dalam ikhtiar takwa, tentu di setiap momen komisi
cair selalu aku sisihkan porsi kewajiban zakat hartanya. Aku berharap, dengan
penunaian ini timbullah ketenangan hati dan keberkahan dari sisa hartaku.
Nyatanya hati
ini resah, apalagi menjelang tanggal tua. Belum genap satu bulan, komisi nyaris
ludes. Atau jika bisa lebih berhemat maka cukup pula membiayai hidup keluargaku
sebulan penuh. Namun itu pun tanpa kemampuan menyisihkan sebagiannya sebagai
tabungan.
“Mungkin Pak
Yudana belum mengambil manfaat #AyoHijrah…”, seorang kolega menyarankannya.
“#AyoHijrah?
Apakah itu semacam trending topic di Twitter?”,
dengan lugunya aku coba cari tahu.
“Bukan, itu
layanan perbankan syariah dari Bank Muamalat Indonesia… Ada beragam program
#AyoHijrah yang bisa Bapak Yudana pilih sesuai kebutuhan.”
“Menarik!”,
mendadak aku terpikat dan ingin tahu lebih mendalam janji kebermanfaatan
maksimal dari program-program finansial #AyoHijrah.
Berikut
program #AyoHijrah yang boleh aku pilih suka-suka…
- Tabungan iB Hijrah
- Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah
- Tabungan iB Hijrah Rencana
- Tabungan iB Hijrah Prima
- Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah
- Deposito iB Hijrah
- Giro iB Hijrah
Jika sanggup memilih semua,
aku akan pilih semua program #AyoHijrah karena aku butuh tabungan yang mampu mengendapkan
komisiku lebih lama, maka aku sungguh butuh Tabungan iB Hijrah. Karena aku
ingin segera menunaikan ibadah haji atau umroh, ingin sekali aku mengambil
program Tabungan iB Hijrah Haji dan Umroh. Dan karena aku juga punya rencana
lama yang masih belum terwujud, membuka resto ala carte, maka aku sangat
berminat untuk membuka rekening di Tabungan iB Hijrah Rencana.
Tapi dalam waktu dekat ini, dengan memertimbangkan kondisi logis
keuanganku, maka aku memprioritaskan untuk mengambil dahulu Tabungan iB Hijrah.
Insya Allah dengan Tabungan iB Hijrahku, ia membersamaiku menjalani proses
hijrah finansialku. Terlebih aku percaya kepada Bank Muamalat Indonesia yang
sudah berpuluh tahun menjaga komitmen sebagai bank syariah terdepan di negeri
ini. Sudah beragam penghargaan diraihnya, baik dalam maupun luar negeri. Ini
bukti kinerja maksimal dan begitu prosedural.
Sudah menjadi budaya perusahaan Bank Muamalat Indonesia untuk menjunjung
tinggi nilai keamanan, karena sejatinya uang nasabah adalah amanah, itu akan
dipertanggung-jawabkan dunia-akhirat. Ini sejalan dengan misi
perusahaan: “Membangun lembaga keuangan syariah yang unggul
dan berkesinambungan dengan penekanan pada semangat kewirausahaan berdasarkan
prinsip kehati-hatian, keunggulan sumber daya manusia yang islami dan
professional serta orientasi investasi yang inovatif, untuk memaksimalkan nilai
kepada seluruh pemangku kepentingan.”. Mendapatkan pengawasan ketat OJK
(Otoritas Jasa Keuangan) sudah menjadi harga mati dalam membangun kredibilitas
yang tak diragukan lagi.
Bersama Bank Muamalat Indonesia, mari kita giatkan semangat berekonomi atas dasar syariat, menyuburkan nilai-nilai shodaqoh, dan memeratakan kemakmuran
kepada seluruh rakyat Indonesia. Alloohummaa aamiin Yaa Robbal Aalamiin…
Sumber image: dari sini...
Sumber image: dari sini...





0 comments:
Post a Comment